Lapas Suliki

Musim Penghujan, Laris Manis Mantel Hujan karya warga Binaan Lapas Suliki.

Lima Puluh Kota – Berawal dari pembinaan dan sekarang jadi penghasilan, pembinaan di lapas suliki dalam bidang kemandirian yang dijalani oleh warga binaan lapas suliki memberikan peluang usaha bagi warga binaan dalam menambah keterampilannya.

Hal ini telah berjalan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Suliki dalam kegiatan Pembinaan Kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Di tahun 2024 Lapas suliki telah jalin Kerja sama dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) Multy Flash, Pembinaan kemandirian pembuatan jas atau mantel hujan.

Perdana awal Pembukaan Kegiatan Pembinaan Kemandirian “Pelatihan Jas Hujan” diikuti 20 orang peserta dari Warga binaan dan menghadirkan pelatihan Instruktur dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) Multy Flash.

Kalapas Suliki, Kamesworo terus memantau dan memberi Apresiasi kepada para warga binaan untuk terus produktif.

“Alhamdulilah kegiatan terus berjalan setelah pelaksanaan pembinaan pelatihan jas hujan selesai, kita terus produksi,” ujar Kamesworo

Jas Hujan karya warga binaan Lapas Suliki banyak diminati selain dari harga nya yang terjangkau dibandrol dengan harga Rp. 15.000 untuk satu stel jas hujan varian rok maupun celana, menggunakan bahan premium tebal anti bocor saat dipakai ketika hujan.

Jas hujan atau mantel hujan yang Laris manis dititip di kedai jualan sekitar lapas suliki dan pemesanan oleh ketua TP.PKK Ny. Nevi Safaruddin, memesan 70 jas hujan.

Ny. Nevi mengatakan Pemesan ini yang kedua kali karena sebelumnya sudah dipesan saat lauching pertama jas hujan.

“Jas hujan yang sangat premium dengan harga terjangkau ini berguna dipakai oleh anak sekolah maupun orang dewasa saat bepergian ketika hujan menggunakan motor, saya order karena bahan nya bagus tanpa bocor jaitannya rapih,” ucapnya

Jas hujan ini juga telah dipasarkan melalui platform media sosial di toko shoppe Indonesia dengan akun @LapaskelasIIIsuliki.

Dari penjualan hasil jas hujan ini warga binaan mendapatkan premi uang hasil jasa pembuatan jas hujan.

Riki Salah satu warga binaan mengatakan dirinya sangat senang bisa menambah keahlian dalam membuat jas hujan dan suatu saat bisa menjadi bekal ketika bebas dari lapas.

“Alhamdulilah saya senang bisa menambah ilmu dan pengetahuan disini semoga bisa jadi bekal ketika bebas nanti,” ucapnya

Sampai saat ini jas hujan karya warga binaan lapas suliki sudah terjual lebih dari 100psc.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *