News

Rutan Sampang Gandeng Kemenag usung program hijrah bareng

Karutan Sampang Laksanakan Kunjungan ke Kemenag Sampang, Bahas Program Pesantren, Tahfidz Quran, dan Hapus Tato bagi Warga Binaan

Sampang – Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIB Sampang, Kamesworo melaksanakan kunjungan ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang dalam rangka membahas penguatan kerja sama program pembinaan keagamaan bagi warga binaan, Kamis (04/07).

Dalam kunjungan tersebut, Karutan Sampang disambut langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Sampang, H. Fandi. Pertemuan ini menjadi momen strategis untuk mendiskusikan pengembangan sejumlah program pembinaan, di antaranya pelaksanaan program pesantren di dalam Rutan, program tahfidz Al-Qur’an, serta program penghapusan tato sebagai bagian dari upaya spiritual dan hijrah diri bagi warga binaan.

Kamesworo menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu fokus utama dalam membentuk karakter dan akhlak warga binaan selama menjalani masa pidana. Melalui kerja sama dengan Kemenag, diharapkan pelaksanaan program pesantren dan tahfidz Al-Qur’an dapat berjalan secara terstruktur dan berkesinambungan, serta melibatkan para penyuluh agama dari Kemenag secara aktif.

Program hapus tato juga menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut. Karutan menjelaskan bahwa penghapusan tato bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga menjadi simbol niat untuk berubah dan kembali ke jalan yang lebih baik.

“Kami ingin menciptakan lingkungan pembinaan yang tidak hanya memberikan hukuman, tetapi juga membina, membimbing, dan mengubah. Program hapus tato ini adalah bentuk nyata dari niat hijrah yang harus kita dukung bersama,” ungkap Karutan.

Kepala Kantor Kemenag Sampang, H. Fandi menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung program-program pembinaan keagamaan di Rutan Sampang melalui tenaga penyuluh, pelatihan keagamaan, serta dukungan kegiatan spiritual lainnya.

Di akhir kunjungannya, Karutan Sampang berharap sinergitas antara Rutan dan Kemenag dapat terus ditingkatkan, sehingga warga binaan dapat merasakan manfaat nyata dari proses pembinaan, dan memiliki bekal keagamaan serta mental yang kuat saat kembali ke tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *